Pages

Toko Buku Online Terlengkap

Rabu, 08 Desember 2010

Libatkan Warga Kota Atasi Macet dan Banjir


Tiga tahun sudah Fauzi Bowo memerintah Ibu Kota, namun hasilnya lebih banyak krtitik ketimbang pujiaan. Kinerja sang ahli dinilai masih jauh dari harapan. Masalah klasik yang menjadi momok adalag banjir dan kemacetan.
Perubahan cuaca memperparah kondisi Jakarta. Genangan menjadi masalah baru yang memicu kemacetan parah. “Dahulu banjir dan kemacetan merupakan dua masalah berbeda. Saat ini genangan air telah menyatukannya. Setiap kali hujan, tidak berapa lama muncul genangan. Dan kemacetan akan terjadi,” papar anggota DPD RI Djan Faridz, kemarin.
Perlu paradigma baru untuk mengatasi. Pemerintah Provinsi DKI bisa menjadikan modal social sebagai alternative solusi untuk membantu mengurangi beban Jakarta. Menurut Djan Faridz, modal social dikelola dalam bentuk partisipasi. Warga kota diajak dan dilibatkan mengatasi banjir, genangan, dan kecematan. Salah satu penyebab banjir dan genangan adalah sampah. Sampah bersumber dari aktivitas warga kota. Pemerintah kota harus berkampanye mengajak warga taat membuang sampah pada tempatnya.
Kampanye juga bisa melibatkan para endorser, terutama tokoh-tokoh lingkungan yang berhasil memanfaatkan sampah dari limbah menjadi barang-barang berguna. Para pelajar dan generasi muda diberi penyuluhan di sekolah dan kampus tentang dampak sampah terhadap kota. Penegakan aturan dan sanksi harus dilakukan.
Sekarang ini Jakarta selalu dipersalahkan bahkan dimaki-maki. Orang lupa bahwa Jakarta selama ini telah menjadi solusi politik, ekonomi, dan social bagi warga kota bahkan bangsa. Jakarta adalah pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan sosisal budaya.
“Eksploitasi yang berlebihan menyebabkan Jakarta seperti ini. Kita semua terlibat dalam eksploitasi tersebut. Karenanya jangan hanya melihat Jakarta sebagai masalah. Lihatlah juga Jakarta sebagai solusi. Jika ingin mengurangi masalah, jadikanlah Jakarta sebagai solusi bersama,” tegasnya.

Atur jam pulang
Menurut Gubernur DKI Fauzi Bowo, banjir dan macet bukan hanya masalah Jakarta. Tapi juga terjadi di kota-kota besar lain seperti Bangkok, Viantiane, Helsinski, dan Berlin. Perbedaan terletak pada sarana dan prasarana yang dimiliki setiap Negara.  “Saya yakin kalau infrastruktur dan sistem lengkap terbangun, terawat, dan berfungsi dengan baik, kita bisa mengatasi persoalan banjir,” ujar Fauzi Bowo saat menutup acara 1st ASEM Meeting for Governors and Mayors di Jakarta, Jumat (29/10) malam.
Untuk meminimalisasi kemacetan saat jalan tergenang, Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono meminta pimpinan kantor pemerintah dan swasta mengatur jam pulang karyawan. “Sudah ada kantor swasta yang memulangkan karyawan setelah pukul 22.00 WIB,” cetusnya kemarin.
Pengaturan waktu cukup efektif memecah konsentrasi kendaraan seperti yang diterapkan pada jam masuk sekolah menjadi 06.30 WIB dari pukul 07.00 WIB.
Ia mengusulkan jam masuk kerja di Jakpus pukul 07.30 WIB, Jakbar dan Jaktim pukul 08.00, serta Jaksel dan Jakut pukul 09.00. Dengan jam masuk kerja berbeda, otomatis jam pulang juga berbeda.

Disadur dari Media Indonesia, 1 November 2010
Berminat untuk memiliki kliping digitalnya? email : rio_pede@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SentraClix

Cari di Blog ini...