Pages

Toko Buku Online Terlengkap

Rabu, 08 Desember 2010

Kursi Mayoritas Demokrat Terancam Diambil Alih


Kemenangan Partai Republik bakal mengancam agenda pemerintah Presiden Barack Obama.
Kursi mayoritas kubu Partai Demokrat di Kongres terancam tergusur dalam pemilu sela legislative yang digelar di Amerika Serikat Selasa (2/11) atau hari ini WIB. Hasil pemilu itu diperkirakan bakal mengubah peta politik di seluruh ‘Negeri Paman Sam’.
Para pemilih AS makin sedikit yang mendukung pemerintahan Presiden Barack Obama dari Demokrat yang baru berjalan dua tahun. Publik, yang kecewa terhadap krisis ekonomi yang tidak kunjung beres dan perang Afganistan yang berlarut-larut, mungkin akan memberikan kemenangan kepada Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Senat.
Pemilu tengah semester ini memperebutkan 100 kursi dari 435 kursi di DPR. Republik membutuhkan 40 kursi tambahan untuk menjadi mayoritas di Kongres. Partai yang kerap disebut Grand Old Party (GOP) ini juga tinggal menambah 10 kursi lagi untuk menguasai Senat yang menyediakan 100 kursi.
Sejumlah jajak pendapat hingga kemarin menunjukkan Republik bakal mampu merebut kursi-kursi tersebut. Republik juga berpeluang besar memenangi pemilihan kursi gubernur yang digelar di 37 negara bagian. “Kini kami berharap adanya awal baru dengan warga Amerika,” ujar ketua Komisi Nasional Republik Michael Steele.
Upaya mobilisasi pemilih besar-besaran dilakukan kedua kubu dalam beberapa pekan ini untuk merebut 14 juta pemilih AS. Obama, misalnya, ikut berkampanye di empat negara bagian untuk menggaet para pemilih muda, liberal, warga kulit hitam dan independen yang telah berjasa mengantarkannya ke Gedung Putih.
Sesuai berkeliling ke empat Negara bagian, ia melakukan serangkaian wawancara radio dengan sejumlah radio. Wawancara itu rencananya tayangkan bersamaan dengan pencoblosan hari ini.
Sementara di kubu Republik, kehadiran gerakan Tea Party yang belum genap berusia dua tahun terbukti mampu mendomgkrak popularitas kekuatan kandidat-kandidat Republik.
Pemilihan kursi Kongres di tengah masa kepemimpinan Obama yang merupakan tes sesungguhnya bagi kekuatan gerakan konservatif yang menyerukan pengurangan pajak dan pemerintahan terbatas. Namun kubu Demokrat berharap kebijakan ultrakonservatif yang diusung gerakan Tea Party pimpinan Sarah Parlin, kandidat wakil presiden Republik dalam pemilihan presiden 2008, bisa memukul balik Republik karena terlalu ekstrem bagi para pemilih AS.
Para pengamat politik menyebut pemilu kali ini hampir bisa dipastikan mengubah peta politik AS. Kemenangan Republik bakal mengancam agenda Obama yang telah dijalankan dalam dua tahun pemerintahannya. Kemenangan besar kubu Republik juga bisa memicu kebuntuan politik di Washington, terutama jika Obama gagal mencapai mufakat dengan para pengkritiknya. Persoalan dalam negeri seperti reformasi layanan kesehatan dan imigrasi bakal terancam. Begitu juga persoalan internasional seperti perubahan iklim, perdagangan dan control senjata.
Disadur dari Media Indonesia, 3 November 2010
Berminat untuk memiliki kliping digitalnya? email : rio_pede@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SentraClix

Cari di Blog ini...