Pages

Toko Buku Online Terlengkap

Jumat, 03 Desember 2010

11 Miliar Bungkus Mi Instan tidak Terolah

Pelaksana Harian Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan hidup (KLH) Ujang Solihin Sidik, Sabtu (28/8), menyatakan, hitungan 11 miliar bungkus mi instan itu adalah taksiran minimal dari volume sampah plastik yang tidak didaur ulang. Angka itu setara dengan 640 ton sampah plastik per tahun.
"Angka 11 miliar bungkus mi instan itu hanya didasarkan data salah satu produsen mi instan di Indonesia. Produsen itu menguasai 80 persen pasar mi instan di Indonesia," kata Ujang.
Menurutnya, ada banyak sampah nonorganik lainnya, seperti botol air mineral dari plastik. "Namun, botol air mineral bernilai ekonomis karena mudah didaur ulang. Botol plastik itu diburu pemulung karena mahal harganya. Sementara kemasan mi instan terus tertumpuk di tempat pembuangan akhir atau menjadi sampah di sungai," kata Ujang.
Presentase sampah nonorganik dibandingkan dengan sampah organik yang mudah diurai alam semakin bertambah di kawasan perkotaan karena gaya hidup kaum urban yang banyak memakai plastik. Total volume sampah 14 kota metro rata-rata mencapai 5.364 meter kubik per hari. Sementara, total volume sampah 12 kota besar mencapai 1.843 meter kubik per hari, dan volume sampah nonorganik cenderung terus bertambah.
Ujang menjelaskan, pengurangan sampah organik akan dilakukan melalui penerapan extended producer responsibility (EPR). "Dengan penerapan EPR, produsen harus menarik semua sampah nonorganik yang tidak bisa diurai alam dan tidak bisa dimanfaatkan kembali," ujarnya.
Direktur Bali Fokus Yuyun Ismawati menyesalkan kelambanan pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengurangan Sampah yang disusun tahun 2009. "Padahal, UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan semua peraturan pemerintah untuk pelaksanaan UU itu harus disahkan dalam waktu satu tahun. EPR seharusnya diberlakukan sejak 2009," kata Yuyun.
Yuyun menyatakan, produsen harus diwajibkan memakai lemasan yang lebih ramah lingkungan. "Ada banyak pilihan yang bisa diambil produsen. Produsen mi instan, misalnya, bisa memakai bioplastik, kertas, dan banyak pilihan lain. Pengurangan sampah harus dimulai dari produsen," kata Yuyun.

Disadur dari Kompas, 30 Agustus 2010
Berminat untuk memiliki kliping digitalnya? email : rio_pede@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SentraClix

Cari di Blog ini...