Pages

Toko Buku Online Terlengkap

Minggu, 05 Desember 2010

Bila Gelandangan Belajar Mandiri


Bukan maksud hati menjadi pengemis, namun kesempatan kerja yang sangat tertutup. Itulah sebabnya terbanyak 170 orang gelandangan dan pengemis begitu bersemangat ketika mendapat kesempatan mendapatkan keterampilan.
“Saya mengemis karena memang enggak ada pekerjaan. Sekarang saya sudah bisa melakukan pembibitan. Ayo ikut saya panen kangkung,: ajak Maman, salah satu gepeng yang ikut latihan keterampilan di Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya, kemarin.
Ia pun dengan tangkas memetik dan memasukkan ke gerobak. “Kami menjual sendiri ke Pasar Kemiri,” lanjutnya. Puluhan gepeng lainnya tampak sedang belajar membuat sandal jepit. Ada yang sibuk membuat model, memotong sandal dari karet, kemudian merekatkan dengan lem.
“Setelah berbentuk sandal. Kami haluskan lagi dengan mesin gerinda,” kata gepeng yang akrab dipanggil Ustat. Para gepeng itu tampak bersemangat melakukan pekerjaan masing-masing.
Mereka merupakan hasil razia dari jalanan Jakarta maupun Tangerang. Setiap orang yang berminat mengikuti pelatihan diberi kesempatan dengan terlebih dahulu menandatangani kontrak sanggup mengikuti program selama 6 bulan – 1 tahun.
Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya terletak di Kampung Sindang Karya, Desa Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Jaraknya sekitar 30 km sebelah barat Bandara Soekarno-Hatta.
Luas area hamper 2 hektare. Di sanalah para gepeng berlatih beternak ikan, bercocok sayur-mayur, mencetak batu bata secara manual, membuat sandal, serta memproduksi tahu.
Ide mengaryakan para gepeng datang dari Kepala Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya Syaiman. “Saya ingin mereka mandiri dan tidak lagi menadahkan tangan di jalan-jalan,” ujarnya.
Program yang diterapkan Syaiman berbeda dengan yang terdahulu. Sebelumnya para gepeng diajarkan berkebun kelapa sawit dan tanaman tua lainnya. Setelah selesai menjalani pendidikan soal perkebunan, mereka ditransmigrasikan ke berbagai daerah.
Hasilnya ternyata kurang maksimal. Banyak yang dikirim ke Kalimantan, Papua, Bangka Belitung, Riau, dan lainnya kembali ke jalanan di Ibu Kota dan Tangerang. Panti Sosial Bina Karya Harapan Jaya bekerja sama dengan Depnakertrans sejak 2006. Tujuannya mengangkat mereka dari jalanan dan dapat hidup mandiri. Terakhir panti memberangkatkan 320 orang yang berusia 17 – 50 tahun.
Beberapa bulan kemudian, setengah dari mereka, kembali ke jalan-jalan di wilayah Jabodetabek. “Saya sering ketemu di jalan-jalan dengan gepeng yang pernah dibina di sini. Mereka kembali mengemis.” Rupanya mereka tidak sabar menunggu hasil panen yang tergolong lama.
Berangkat dari pengalaman itulah Syaiman mengubah program menjadi usaha mandiri yang hasilnya dapat segera dinikmati. Setiap orang disalurkan sesuai bakat dan keinginannya.
Selain mendapat keterampilan, mereka juga dibina secara mental, hokum, dan keagamaan. “Kami yakin setelah keluar dari panti social ini, mereka bisa mandiri di wilayah Jabodetabek,” terang Syaiman.

Disadur dari Media Indonesia, 3 November 2010
Berminat untuk memiliki kliping digitalnya? email : rio_pede@yahoo.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SentraClix

Cari di Blog ini...