Sakichi Toyoda, lelaki kelahiran 14 Februari 1867, di Desa Kosai, Shizuoka, ini datang dari keluarga yang sangat sederhana. Sakichi Toyoda adalah anak dari seorang tukang kayu yang miskin, namun tak pernah berhenti untuk berkarya dan berkreasi.
Kini Sakichi Toyoda dikenal sebagai penemu dan industrialis Jepang yang ikut mendirikan Toyota Industries. Keinginan yang keras untuk terus mengembangkan industri mesin menjadikan lelaki ini dikenal sebagai Bapak Revolusi Industri Jepang. Julukannya adalah Raja Penemu dari Jepang. Toyoda menciptakan berbagai jenis mesin tenun. Penemuannya yang paling terkenal adalah mesin tenun sistem otomatis (Jidoka) yang dapat berhenti sendiri bila terjadi gangguan teknis. Sistem Jidoka ini nantinya dijadikan bagian dari sistem produksi yang disebut sistem produksi Toyota.
Perjalanan panjang mengenai semangat dan inovasi generasi keluarga Toyoda hingga menjadi inisiator terjadinya modernisasi industri di Jepang tergambar secara apik, runut, dan komunikatif di Commemorative Museum of Industry and Technology di Nagoya, Jepang.
Diorama di dalamnya mengenalkan perjalanan panjang keluarga Toyoda dalam mengembangkan teknologi dari mesin tenun paling sederhana hingga ke industri otomotif dan robot yang paling mutakhir.
Toyoda secara apik mengajarkan kepada siapa pun bahwa sesuatu yang sederhana bukan tidak mungkin menjadi awal lahirnya sesuatu yang luar biasa.
Perjalanan Panjang
Begitu kita masuk ke dalam museum langsung terlihat mesin tenun (circular loom). Mesin itu memberikan petunjuk di sana pendiri Toyota, yaitu Sakichi Toyoda memulai hidupnya dalam pergulatan industri mesin tenun. toyoda secara terus menerus melakukan inovasi untuk membuat perajin tenun menjadi lebih nyaman. Untuk meghasilkan mesin yang lebih baik, Toyoda berupaya keras merancang bangun mesin tenun.
Dalam usia 23 tahun, Toyoda berhasil membangun dan mengembangkan mesin tenun dari kayu. Namun untuk menggerakannya masih menggunakan tangan pengrajin. Mesin ini dikenal sebagai wooden hand loom.
Tahun 1896, Toyoda berhasil mengembangkan mesin tenun ini menjadi power loom. Mesin ini kemudian dikembangkan lagi menjadi circular loom. Pada tahun 1924, Toyoda melakukan inovasi dan berhasil mengembangkan mesin tenun automatic power loom. Tahun 1926, dia mendirikan Toyota Automatic Loom Works Ltd yang menjadi cikal bakal Toyota Industies Corporation (TIC). Tahun 1929, toyoda menjual paten Automatic Loom ke perusahaan Inggris, Platt Brithers & Co.
Lalu Toyoda tertarik masuk ke pengembangan mesin kendaraan. Tahun 1923 dia mendirikan divisi pabrik mobil dalam perusahaannya, TIC. Dalam waktu setahun (1934), divisi ini berhasil merancang bangun mesin mobil pertamanya secara utuh. Pada tahun 1935, Toyoda meluncurkan prototipe sedan pertama (A-1) dan prototipe truk (G-1). Tahun 1937, divisi automobile dipisahkan dari TIC dan mendirikan perusahaan baru Toyota Motor Co Ltd.
Sakichi Toyoda meletakkan seperangkat prinsip yang selalu menjadi petunjuk kepada generasi penerus bagaimana mereka harus bekerja. Prinsip itulah yang akhirnya oleh dunia dikenal sebagai "Toyota Way" Intinya adalah respect for people and continuous improvement.
Toyota membuktikan bahwa museum bisa menjadi sebuah wisata pengetahuan dan mampu membangkitkan spirit baru bagi para pengunjungnya. "Commemorative Museum" mampu menginspirasi pengunjungnya mengenai arti dari hasil sebuah kerja keras.
Disadur dari Kompas, 10 November 2010
Berminat untuk memiliki kliping digitalnya? email : rio_pede@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar